Apakah Antioksidan Itu?

Health News , 0 Comments
antioxidants
http://byjus.com/chemistry/wp-content/uploads/2016/02/antioxidants.jpg

Sel-sel dalam tubuh kita terpapar oksigen setiap hari. Oksigen penting bagi kesehatan tubuh, tetapi terpapar oksigen juga menyebabkan oksidasi. Dalam oksidasi, bahan kimia tubuh diubah dan menjadi apa yang dikenal sebagai radikal bebas. Paparan faktor lingkungan, seperti paparan sinar matahari, asap rokok, alkohol dan polusi, juga menciptakan radikal bebas.

Seiring waktu, radikal bebas dapat menyebabkan reaksi berantai yang merugikan bahan kimia dalam tubuh, DNA dan bagian dari sel-sel tubuh. Beberapa sel dapat sembuh kembali, sementara yang lain rusak secara permanen. Para ilmuwan percaya radikal bebas dapat menyebabkan proses penuaan serta penyakit seperti kanker, diabetes dan penyakit jantung.

Antioksidan adalah zat alami yang dapat menghentikan atau membatasi kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Tubuh kita menggunakan antioksidan untuk menstabilkan radikal bebas. Antioksidan menjaga dari kerusakan sel-sel lainnya. Antioksidan dapat melindungi dan membalikkan kerusakan yang disebabkan oleh oksidasi sampai batas tertentu.

  • Dimana antioksidan dapat¬†ditemukan?

Tubuh kita memproduksi beberapa antioksidan untuk melawan radikal bebas yang terbentuk oleh proses tubuh normal. Tubuh kita juga bisa mendapatkan antioksidan dengan mengonsumsi makanan yang sehat. Contoh makanan yang kaya antioksidan, yaitu buah-buahan dan sayuran yang tinggi nutrisi seperti vitamin A, C dan E, beta-karoten, lutein, lycopene dan selenium.

Sebagian orang memilih untuk mengambil suplemen antioksidan. Bicarakan dengan dokter jika kalian mempertimbangkan menambahkan suplemen untuk diet . Karena banyak suplemen tidak mengandung keseimbangan vitamin, mineral dan enzim dan benar-benar dapat memiliki efek negatif pada kesehatan.

  • Makanan apa yang mengandung sumber antioksidan?
antioxidant_sources-300x269
https://www.geneticliteracyproject.org/wp-content/uploads/2015/10/antioxidant_sources-300×269.jpg

Untuk mendapatkan hasil maksimal antioksidan, konsumsi yang mencakup campuran yang sehat dari buah-buahan berwarna dan sayuran serta makanan yang kaya antioksidan lainnya yaitu:

  • Vitamin A ditemukan dalam susu, hati, mentega dan telur.
  • Vitamin C ditemukan dalam sebagian besar buah dan sayuran. Kandungan tertinggi vitamin C termasuk pepaya, stroberi, jeruk, melon dan kiwi, serta paprika, brokoli, kubis, tomat, kembang kol dan kale.
  • Vitamin E ditemukan dalam beberapa kacang-kacangan dan biji-bijian, termasuk almond, biji bunga matahari, hazelnut dan kacang. Hal ini juga dapat ditemukan dalam sayuran berdaun hijau, seperti bayam dan kangkung, minyak, seperti minyak kedelai, bunga matahari, jagung dan canola.
  • Beta-karoten ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran berwarna, termasuk wortel, kacang polong, melon, aprikot, pepaya, mangga, peach, labu, aprikot, brokoli, kentang manis dan labu. Hal ini juga dapat ditemukan pada beberapa sayuran berdaun hijau, termasuk sayuran bit, bayam dan kale.
  • Lutein ditemukan dalam sayuran berdaun hijau, seperti bayam, sawi dan kangkung, brokoli, jagung, kacang polong, pepaya dan jeruk.
  • Lycopene ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran merah muda dan merah, seperti grapefruit, semangka, aprikot dan tomat.
  • Selenium ditemukan dalam sereal (jagung, gandum dan beras), kacang-kacangan, kacang-kacangan, produk hewani (daging sapi, ikan, kalkun, ayam, telur dan keju), roti dan pasta.

Makanan yang kaya vitamin E dan beta-karoten sangat sehat dan membantu mengurangi resiko kanker, AS Preventive Services Task Force dan American Academy of Family Physicians merekomendasikan suplemen vitamin E atau beta-karoten untuk pencegahan kanker. Orang yang merokok atau memiliki resiko tinggi untuk kanker paru-paru sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen beta-karoten karena dapat meningkatkan resiko kanker paru-paru.

Cara terbaik untuk mendapatkan antioksidan adalah dengan mengonsumsi banyak sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Jika kalian terlalu banyak mengonsumsi multi-vitamin atau suplemen, berhati-hatilah karena terlalu banyak konsumsi suplemen daripada makanan, seperti vitamin E dan A atau selenium, bisa berbahaya. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin.

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *