Nasi Balap khas Lombok

Ayam & Daging, Main, Nasi - Mie - Pasta, Recipes 0 Comments
Nasi Balap khas Lombok
Nasi Balap khas Lombok

Di Yogya ada nasi kucing. Di Bali ada nasi jinggo. Nah nasi balap ini khas dari Lombok. Mirip nasi campur karena lauknya yang ada beberapa macam. Salah satu kekhasan menu ini yah ayam suwir masak pedasnya dan kentang goreng nya yang diparut dan digoreng crispy. Tentunya banyak variasinya dan berikut resep ini adalah versi Cooking with Sheila. Mari dicoba untuk menu berbuka puasa 🙂

Bahan:
2 buah atau kurleb 500-600 gram daging dada ayam, rebus hingga matang dan suwir (sisihkan 300 mL air rebusan)
2 batang serai, geprek
1 iris laos, geprek
1 sdt gula pasir
2 buah jeruk limau atau jeruk sambal
Garam dan merica secukupnya

Bumbu halus:
7 buah cabai merah besar
Cabai rawit merah sepedas anda suka ( saya sih menambahkan 6-7 buah)
10 butir Bawang merah
6 siung bawang putih
Seruas jari kelingking kencur
1 sdt terasi
6 biji kemiri, sangrai
Seruas jari jempol jahe

Bahan Pelengkap:
Telur asin
100 gram kacang kedelai, rendam semalaman dalam air bergaram kemudian goreng hingga kecokelatan dan crispy
1 kg kentang, kupas dan parut dengan parutan ukuran besar (garami dan sisihkan 5-10 menit. Peras untuk membuang airnya kemudian goreng hingga crispy)
Cah Buncis (Saya sih hanya membuatnya simple dengan bawang putih dan bumbuhi dengan garam dan merica. Selain buncis, anda bisa mengganti dengan sayuran kesukaan anda)

Cara Membuat:
– Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak bersama serai dan laos hingga harum dan matang. Tandanya warna cabainya menjadi lebih merah.
– Masukkan suwiran ayam bersama 300 mL air kaldu rebusan tadi.
– Bumbuhi dengan garam, merica dan 1 sdt gula pasir.
– Masak hingga kuahnya kering dan bumbu meresap.
– Beri perasan jeruk dan sisihkan.
– Sajikan ayam suwir pedas ini dengan telur asin, kentang goreng, kacang kedelai goreng dan ca buncis.

Catatan: Keluarga saya sebisa mungkin mengurangi konsumsi ayam lehor sehingga kerapkali saya menggunakan dada ayam kampung. Saya rebus hingga empuk. Dagingnya saya suwir dan kuahnya saya simpan jadi kaldu siap pakai dalam freezer 🙂

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *