Dapoer Iboe 30 Menu Masakan Keluarga

My Book 0 Comments

*Buku ini dapat di beli di http://andipublisher.com/*

Dapoer Iboe 30 Menu Masakan Keluarga

Kata Pengantar

Salam kenal…

 

Perkenalkan nama saya Liliawati Gondowijoyo. Buku Resep Masakan “Warisan Ibu” ini adalah buku pertama yang saya tulis bersama anak perempuan saya, Sheila Gondowijoyo. Saya percaya bahwa anak-anak saya, terutama Sheila, menyukai memasak karena saya membiasakan mereka untuk makan di rumah setiap hari. Tanpa saya sadari, memasak dan menikmati makan bersama di rumah sudah menjadi suatu tradisi dalam keluarga saya. Saya sungguh bahagia dengan terbangunnya kebiasaan ini. Bagi saya berkumpul dengan keluarga adalah hal yang amat penting dalam membangun keluarga yang bahagia. Dalam perjamuan makan siang atau malam, kami mengobrol, curhat, dan bercanda. Lebih dari makanan itu sendiri, hal inilah yang membangun sebuah hubungan yang erat dalam keluarga kami.

 

Oleh sebab itu, saya dan Sheila menuliskan buku ini dengan judul “Warisan Ibu”. Saya berharap apa yang telah saya alami dalam keluarga saya bisa dialami oleh ibu-ibu di Indonesia yang saya kasihi. Saya ingin membagikan resep-resep masakan rumah sehari-hari saya kepada para pembaca dengan suatu harapan dan kerinduan untuk dapat membantu ibu-ibu Indonesia, khususnya untuk membangun keluarga yang bahagia dan sehat.

 

Sekarang banyak sekali fast food atau makanan siap saji yang tersedia. Bukan itu saja, beraneka rumah saji ditawarkan kepada kita. Banyak orang, karena kesibukan mereka, mencari makanan instan dan cepat tanpa memperhitungkan kesehatan anak dan keluarga. Oleh sebab itu, melalui buku ini saya mengharapkan sebuah terobosan supaya para ibu kembali bergairah untuk memasak di rumah bagi keluarga mereka.

 

Bagaimanakah cara untuk membangkitkan kembali gairah untuk memasak? Pertama, kita sebagai seorang istri atau ibu harus memprioritaskan keluarga. Keluarga itu nomor satu. Kita berkewajiban membangun keluarga yang bahagia dan sehat dengan cara menyediakan asupan makanan yang bergizi dan sehat. Kedua, kita,  kaum wanita Indonesia, harus menyadari kodrat kita sebagai wanita. Saya tidak menganjurkan untuk berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga. Bekerja pun penting untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun demikian, kita tidak boleh lupa bahwa kodrat utama kita adalah menjadi seorang istri dan ibu yang baik. Pekerjaan adalah prioritas kedua kita. Ketiga, untuk mempermudah memasak, kita wajib belajar menyingkirkan penghalang-penghalang dalam memasak. Contohnya, tidak jarang kita sering mendengar banyak wanita berkata, “Dari awal saya memang tidak bakat memasak!” Sebagai seorang ibu yang pernah muda, saya ingin membagi pengalaman bahwa sebenarnya memasak dapat dipelajari. Saya pun mengalami masa-masa di mana saya harus belajar dan mengalami kegagalan dalam memasak. Namun, saya terus berusaha karena saya percaya bahwa selalu ada jalan bagi siapa pun yang mau berusaha.

 

Terakhir, saya selalu meyakini bahwa kebiasaan yang muncul dalam sebuah keluarga akan berlangsung turun-temurun kepada anak-anak, bahkan cucu kita. Membangun keluarga yang sehat dan bahagia dengan cara memasak di rumah merupakan salah satu tradisi yang baik yang dapat kita turunkan kepada anak-anak dan cucu kita, seperti halnya saya menurunkan kesukaan saya memasak kepada Sheila. Suatu harapan bahwa resep-resep yang saya wariskan kepada Sheila dan ibu-ibu Indonesia dapat menjadi sebuah aset atau pegangan bagi kita semua dalam membangun keluarga yang bahagia.

 

Mari kita wariskan tradisi memasak untuk anak-anak dan cucu kita!

 

 

Hormat saya,

 

 

Liliawati Gondowijoyo

 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *