Warisan Iboe

My Book 0 Comments

*Buku ini dapat di beli di http://andipublisher.com/*

warisan iboe enam

KATA PENGANTAR

 

Bulan Agustus 2014 merupakan saat terberat bagi saya dan keluarga dimana kami ditinggalkan ibu  yang sangat kami kasihi, Liliawati Gondowijoyo. Bagi saya, mami Lily bukan saja seorang ibu yang lembut hati dan sangat mengasihi anak-anaknya, tetapi beliau adalah sesosok wanita yang sangat menginspirasi saya dalam banyak hal dan salah satunya adalah memasak. Mami Lily pernah memberikan kepada saya sebuah buku resep keluarga. Berikut kutipan yang menjadi pesan Mami Lily untuk saya, “ Nik, ini resep-resep harian mami, khusus untuk kamu mami tulis sendiri tujuannya untuk warisan yang mami tularkan kepadamu yaitu menjadi istri dan ibu yang baik buat keluargamu. Ingat jika istri pandai memasak, biasanya suami dan anakmu akan betah di rumah karena perut kenyang dan mereka lebih bangga dengan masakan buatan istri atau ibunya.”

Mami Lily mengatakan bahwa dapur dan meja makan merupakan jantung dari sebuah rumah sehingga beliau berpesan sesibuk apapun saya suatu hari nanti saya harus menjadi istri dan ibu yang tidak pernah membiarkan meja makan di rumah kosong tanpa makanan. Apapun makanannya tidak masalah. Mami Lily mendidik saya sejak kecil untuk membiasakan keluarga makan bersama di rumah. Saya masih teringat ketika saya kecil, sebelum saya berangkat sekolah, mami Lily sudah menyediakan makan pagi lengkap untuk kita semua sarapan. Ketika saya pulang sekolah merasa letih dan lapar, kembali 3-4 lauk sudah tersedia di meja makan rumah. Dan malam hari waktu dimana keluarga kami biasa berkumpul makan malam bersama, mami Lily kembali menyajikan menu-menu masakan andalan beliau untuk kami santap. Kalau saya renungkan kembali, saya sangat bersyukur karena tidak pernah keluarga saya merasa kelaparan di rumah dan dianugerahi seorang ibu yang merawat kami dengan penuh kasih.

Sebenarnya buku “Warisan Iboe” ini adalah buku kedua yang mami Lily dan saya tulis berdua. Berapa tahun yang lalu kami berdua menulis buku pertama kami berjudul “Dapoer Iboe”. Berapa bulan sebelum mami pergi meninggalkan saya, saya mengajak untuk menulis buku lagi. Ide ini belum bisa terealisasi melihat keadaan beliau. Namun demikian menu buku ini sudah sempat disusun beliau.

Sama seperti pesan dan resep keluarga itu diwariskan kepada saya. Saya rindu membagikan pesan beliau kepada para pembaca supaya buku ini dapat sedikit membantu anda memasak di rumah dan menciptakan kebersamaan dan keluarga bahagia itu di tengah keluarga anda.

Sebagai ucapan terima kasih terakhir saya kepada mami Lily, saya rindu mempersembahkan buku kedua dan terakhir yang ditulis kami berdua untuk ibu saya, mami Lily. Terima kasih telah menjadi seorang ibu yang luar biasa menginspirasi kami sekeluarga.

Terima kasih. Selamat membaca dan mencoba!

Tuhan memberkati

 

Anyone Can Cook!

 

Sheila Gondowijoyo

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *